Archive for July, 2008

103 Tahun Syarikat Islam vs 100 Tahun Boedi Oetomo: Kebangkitan Nasional atau Kebangkrutan Nasional

July 20, 2008

Oleh: Mardhani, Alumni, HI Universitas Nasional 2002

Setiap tanggal 20 Mei selalu diperingati sebagai hari kebangkitan nasional oleh bangsa kita yang ditandai oleh lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Boedi Oetomo menurut versi sejarah yang dipelajari di sekolah-sekolah hingga sekarang merupakan organisasi modern pertama di Indonesia yang menjadi organisasi pelopor pergerakan dan cikal bakal persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk melawan kolonialisasi belanda pada saat itu.

padahal kalau kita hendak mempelajari dan mencermati secara seksama organisasi nasional pertama yang mengidam-idamkan kemerdekaan Indonesia dari kolonialisasi Belanda dan organisasi pelopor pergerakan pertama di Indonesia yang menyatakan perlawanan terhadap kolonialisasi Belanda terhadap Indonesia ialah Syarikat Dagang Islam yang kemudian berubah menjadi nama Syarikat Islam (SI) yang berdiri pada tanggal 16 Oktober 1905, atau tiga tahun lebih dulu berdiri dibandingkan dengan Boedi Oetomo. Jadi Boedi Oetomo sebagai organisasi pertama yang menjadi pelopor pergerakan kemerdekaan dan perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisasi Belanda pada saat itu adalah suatu kekeliruan sejarah.

(more…)

Menjelang 2009, Ayo Partai Ramai-Ramai Belajar Strategi Politik

July 17, 2008

Oleh: Nofia Fitri, Alumni, Ilmu Politik Universitas Nasional 2002

Suatu hal yang lumrah, menjelang ajang pesta demokrasi terbesar kebangsaan digelar, orang ramai-ramai membuat partai. Dengan demikian sudah semestinya partai-partai tersebut memahami begaimana memanfaatkan pemilu raya menjadi arena menunjukkan taringnya sebagai pelaku politik. Bagi penulis bukan lagi tempatnya disini menceritakan tentang visi atau pun misi yang diemban sebuah partai dengan keterbentukkannya. Tulisan ini lebih akan menggambarkan bagaimana stategi perjuangan sebuah partai politik dalam memenangkan ajang perebutkan suara pemilih (konstituen) yang akan mengusung partai tersebut menjadi pemenang dalam sebuah pertarungan politik. Adalah strategi yang andal yang diperlukan Partai untuk dapat menjaring suara.

Telah biasa kita saksikan di Televisi, bagaimana figur yang berlatarbelakang partai tertentu memposekan dirinya dengan alih-alih pesan-pesan sosial yang seolah-olah disampaikan sebagai bentuk kependuliannya terhadap bangsa. Wilayah ini yang biasa dipahami sebagai salah satu bentuk komunikasi politik yang efektif untuk voter gather. Kemudian ketika dijalan-jalan terlihat wajah-wajah dalam spanduk, atau poster-poster besar terpampang di tembok-tembok bangunan yang sepatutnya bagunan tersebut bukanlah wadah untuk menjadi mediasi memperkenalkan diri. Awamnya kita biasa menyebut sebagai masa perkenalan, atau dalam sisi yang paling negatif biasa disebut ’curi start’. Kerap kita juga menemukan bentuk kampanye yang menjelekkan citra lawan, atau dalam bahasa akademisnya disebut ”Black Campaign”.

(more…)