Oleh: Didiet Adiputro, Ilmu Politik Universitas Nasional 2005
“Bangsa Indonesia sedang krisis identitas. Pluralisme yang menjadi alasan berdirinya NKRI terancam”, ujar Gus Dur dalam acara Orasi Akhir Tahun Gus Dur, di Hotel Santika, Minggu, 28 Desember 2008. Dalam menganalisa kondisi di akhir tahun ini, Abdurrahman Wahid yang mantan Presiden Ri ke 4, memulai dengan membawa kita melihat sejarah ke belakang, tentang bagaimana sesungguhnya bangsa kita sejak zaman dahulu sudah sangat menghargai pluralisme dan toleransi antar umat beragama. Jadi Gus Dur meyakini bahwa sikap pluralisme dan mau menerima perbedaan adalah ciri khas bangsa kita, bukan impor dari negara lain. Hadir sebagai panelis dalam diskusi kali ini antara lain Romo Magnis Suseno, Bondan Gunawan, Wimar Witoelar dan Effendi Ghazali.



