Pancasila: Ideologi Ataukah Pajangan Bangsa?

Oleh: Wiwik Ermawati, HI Universitas Nasional 2007

Keeksistensian Pancasila sebagai ideology bangsa terletak pada kesadaran dan kepedulian kita semua untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menanamkan nilai-nila tersebut kedalam diri kita, dan bukan hanya dijadikan pajangan semata.

Negara kebangsaan Indonesia terbentuk dengan ciri yang amat unik dan spesifik. Berbeda dengan Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Yunani, yang menjadi suatu Negara bangsa karena kesamaan bahasa. Atau Australia, India, Sri Lanka, Singapura, yang menjadi satu bangsa karena kesamaan daratan. Atau Jepang, Korea, dan Negara-negara di Timur Tengah, yang menjadi satu Negara karena kesamaan ras.

Indonesia menjadi satu Negara bangsa meski terdiri dari banyak bahasa, etnik, ras, dan kepulauan. Hal itu terwujud karena kesamaan sejarah masa lalu, nyaris kesamaan wilayah selama 500 tahun Kerajaan Sriwijaya dan 300 tahun Kerajaan Majapahit dan sama-sama 350 tahun dijajah Belanda serta 3,5 tahun oleh Jepang.

Negara kebangsaan kita juga terbentuk atas upaya besar founding fathers, yang tanpa kenal lelah keluar masuk penjara memantapkan rasa kebangsaan Indonesia yang resminya lahir pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Negara kebangsaan Indonesia lahir melalui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan UUD 1945 yang ditetapkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945, yang pada bagian pembukaan memuat Pancasila sebagai ideologi bangsa atau sebagai dasar Negara Indonesia yang didalamnya terkandung cita-cita bangsa Indonesia. Pancasila merupakan sublimasi dari pandangan hidup dan nilai-nilai budaya yang menyatukan masyarakat kita yang beragam suku, ras, bahasa, agama, pulau, menjadi bangsa yang satu, Indonesia

Pancasila sebagai ideology bangsa, membuat Indonesia dimata dunia sangat unik karena Pancasila merupakan ideologi satu-satunya yang dipunya oleh bangsa Indonesia dan ini menjadi kebanggaan tersendiri yang dipunya oleh bangsa Indonesia dimata dunia. Tetapi dalam perkembangannya sekarang Pancasila dapat dikatakan sebagai ideologi ataukah pajangan bangsa? Bisa dikatakan bahwa Pancasila pada masa sekarang ini hanya dijadikan sebagai “PAJANGAN” bangsa. Pajangan yang terlihat presticious dan langka yang hanya ada di Indonesia. Apakah kita bangga dengan pajangan tersebut? Ya, tentu sangat bangga, karena tidak ada lagi Negara dimanapun yang memiliki Pancasila. Tetapi mengapa hanya sebagai Pajangan? Kan Pancasila adalah ideologi bangsa, yang menjadi dasar Negara Indonesia. Realita yang terjadi saat ini adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila banyak diselewengkan. Misalnya saja, katanya dalam sila pertama Pancasila disebutkan “Ketuhanan Yang Maha Esa” tetapi kok banyak sekarang ini partai-partai politik yang menjadikan agamanya sebagai ideologinya, padahal kita tahu bahwa ideologi kita ya, Pancasila, kemudian didalam sila keempat terkandung nilai untuk musyawarah, tetapi yang terjadi pada saat ini orang lebih memilih cara voting ketimbang musyawarah sendiri, ini sudah mencontoh dari Negara barat, kemudian katanya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia tapi kenyataannya menjadi ketidakadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena masih banyak penduduk Indonesia yang tidak lepas dari kemiskinan sedangkan orang kaya di Indonesia ini semakin banyak, dan juga katanya persatuan Indonesia sekarang cenderung individualis, di tambah lagi arus Globalisasi yang semakin tidak bisa dibendung keberadaannya.

Hal tersebut diperparah dengan para kaum elit yang duduk di pemerintahan, menyelewengkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri, yang lebih mencengangkan para generasi muda jika ditanya 5 sila Pancasila saja lupa, apalagi ditanya lahirnya Pancasila sendiri, cukup ironis memang, generasi muda yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa bangsa malah lupa akan ideologi bangsanya sendiri bahkan mereka tidak tahu. Bisa jadi Pancasila akan punah sebagai ideologi bangsa kita. Sebenarnya apakah ada yang salah dengan Pancasila? Ataukah Pancasila perlu dibongkar pasang? Tentu saja kedua hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Tidak ada yang salah dengan Pancasila dan Pancasila tidak perlu dibongkar pasang karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan jiwa bangsa Indonesia yang sudah mengkristal dan merupakan ciri bangsa Indonesia. Kemudian apakah kita tetap menjadikan pancasila hanya sebagai sebuah pajangan bangsa dan membiarkannya hingga Pancasila hilang? Tentu saja hal ini tidak bisa dibiarkan, dan apa yang harus kita lakukan agar Pancasila tidak hanya dibuat pajangan dan agar Pancasila tetap settle menjadi ideologi bangsa?.

Pertama, perlunya sikap kepedulian dan kesadaran kita semua untuk membumikan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, ideologi yang sangat unik yang hanya dimiliki oleh Indonesia, dan hal ini tidak terlepas dari peran Pemerintah untuk membantu. Kedua, dikembangkan sikap civic disposition (pengembangan nilai dan sikap kewargaan dalam interaksi sosial kemasyarakatan, kebangsaan dan pergaulan global) civic knowledge (pengembangan pengetahuan kewargaan tentang demokrasi, HAM, masyarakat madani dan tata pemeribntahan) dan civic skill (pengembangan keterampilan kewargaan sebagai anggota masyarakat, bangsa dan masyarakat global dalam interaksi sosial maupun dalam interaksinya dengan Negara atau dunia internasional). Ketiga, agar tetap kredibel Pancasila harus direvitalisasi. Artinya Pancasila diletakkan dalam keutuhannya dengan pembukaan dan dieksplorasikan sebagai paradigma dalam dimensi yang melekat padanya yaitu realitas, idealitas dan fleksibilitasnya. Dan yang keempat, menjadikan Pancasila sebagai living reality (kenyataan hidup sehari-hari dengan melihat perkembangan masyarakat sebagai peningkatan HAM).

Keeksistensian Pancasila sebagai ideology bangsa terletak pada kesadaran dan kepedulian kita semua untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menanamkan nilai-nilai tersebut kedalam diri kita, dan bukan hanya dijadikan pajangan semata.

Tags: , ,

4 Responses to “Pancasila: Ideologi Ataukah Pajangan Bangsa?”

  1. djunaedird Says:

    Dulu keberagaman bahasa, budaya, agama begitu dibanggakan oleh bangsa kita, sehingga semboyannya adalah : BHINEKA TUNGGAL IKKA. Walau berbeda-beda tetap satu jua.
    Tapi kini perbedaan adalah MASALAH.
    Padahal, dalam Islam, perbedaan adalh rahmat.
    Lantas, siapa yang salah, sampai semua ini bisa terjadi? KITA SEMUA…….

  2. Bobby Heykal Says:

    Aku mengenalmu sejak kecil
    ketika itu guruku yang menceritakan tentangmu
    kamu selalu dipuja
    mereka bilang tanpa dirimu bangsaku akan hancur
    kamu bagaikan dewa yang mengatur segalanya
    ketika itu aku mengira kamu adalah agama sesat
    karena kamu disetujui oleh seseorang yang menguasai bangsaku
    seseorang yang diakhir kekuasaannya memperjuangkan kekuasaannya

    kuturuti semua kemauanmu
    walaupun aku tidak menyukaimu
    walaupun aku tahu kamu bukanlah dewa
    walaupun kamu hanya menguasai satu bangsa

    tapi kini kamu tidak berguna
    kamu tidak dapat kubawa kemana-mana.. ideologimu berbeda
    walau begitu aku tetap setia kepadamu
    karena aku takut ancaman umatmu
    =======> riweh dah

    Wiwik yg smester 1 kelas I yah… jago banget nulisnya \w/, metall..
    baru tau kalo KSM tu mikirin umum kirain mikirin fisika atau kimia , kirain yang mikirin ginian tu HAMAS
    kalo tau gini gue ikutan deh.. <,<
    =================================================
    Keeksistensian Pancasila sebagai ideology bangsa terletak pada kesadaran dan kepedulian kita semua untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menanamkan nilai-nilai tersebut kedalam diri kita, dan bukan hanya dijadikan pajangan semata.
    =================================================
    disini dibilang “kesadaran dan kepedulian” bukannya keharusan?
    tapi gue setuju kalo dibilang kesadaran dan kepedulian, sesuatu yang dilaksanakan tanpa paksaan (keharusan) karena akan memberikan kepuasan yang lebih terhadap individu yang melaksanakannya.

    Hmm.. setelah dibolak balik awal-mula dari penulisan ini kyknya..
    Pancasila mulai dilupakan oleh bangsa indonesia makannya dibilang pajangan sama Wiwik

    Tapi kalo dibalik :
    Pancasila mulai melupakan bangsa Indonesia makannya dianggep pajangan sama orang-orang

    dosen kita sama Wik.. Pak Idris
    Inget ngga waktu didikte…
    “Tanpa adanya Pancasila Indonesia akan terombang-ambing tak tentu arah” dah kyk lagu aje dee
    Pancasila dibuat ngga jauh waktunya dengan kemerdekaan Indonesia
    http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila
    umurnya masih lebih muda dibanding Ideologi bangsa lain. dan dibuat ketika belum merdeka…
    Yang pasti Ideologi bangsa lain udah jadi ikan asin (banyak makan garam) udah banyak pengalaman dan perubahan…
    Kenapa yah Indonesia maunya beda sendiri.. emang ngikutin Ideologi negara lain bayar yah??? atau mungkin ngerasa Ideologinya akan mendunia…
    kalo Ideologi Pancasila bagus pasti negara lain udah niru :p
    Seperti Ideologi Liberal Prancis yang ditiru banyak negara..
    Hmm.. gimana menurut teman-teman di KSM….

  3. andhys Says:

    emang seeh kalo kite2 ini belom ngalamin yg namanya revolusi sehingga keblinger dengan yg namanya modern, canggih n mandang rendah tradisi dan adat istiadat bangsa, gw sih pengennya kt perang deh baru tau nyang namanya nasionalisme dan modern

  4. hendra Says:

    jika aku bisa untuk mengulang sejarah,akukan katakan pada bung karno.pak lihat tu generasi tahunya hanya berimajinasi dan teori.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: